Dalam beberapa pekan terakhir, Indonesia menghadapi rangkaian musibah yang datang hampir bersamaan, membentang dari ujung barat hingga ujung timur negeri. Situasi ini menjadi pengingat betapa rentannya negeri kepulauan ini terhadap bencana alam, sekaligus momen untuk saling menguatkan dan mendoakan.
Sumatera: Luka yang Belum Sepenuhnya Sembuh
Di Sumatera, sejumlah wilayah masih berjuang memulihkan diri dari bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada November 2025. Menurut WALHI Sumatera Utara, per awal September 2026 kondisi di beberapa daerah seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Kota Medan masih rentan terhadap banjir susulan setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi. Kota Padang, Sumatera Barat, bahkan sempat dilanda banjir bandang lagi pada 3 Agustus 2026, akibat empat sungai besar yang meluap hampir bersamaan. Analisis citra satelit menunjukkan kondisi daerah aliran sungai di kawasan tersebut memang belum pulih sepenuhnya sejak bencana tahun lalu, sehingga risiko banjir susulan tetap tinggi.
Kalimantan: Diselimuti Kabut Asap Karhutla
Di Kalimantan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi krisis yang terus meluas. Per awal September 2026, Kalimantan Selatan mencatat lebih dari 2.500 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 16 ribu hektare, sementara Kalimantan Tengah baru menetapkan status tanggap darurat pada akhir Agustus 2026 seiring meningkatnya titik panas di berbagai wilayah. Kabut asap yang ditimbulkan sempat menurunkan jarak pandang hingga di bawah 500 meter di sejumlah bandara, memicu ribuan kasus gangguan pernapasan, serta mengganggu aktivitas belajar mengajar di berbagai daerah terdampak.
Nusa Tenggara Timur: Masih dalam Masa Pemulihan
Di kawasan timur, Nusa Tenggara Timur masih dalam proses pemulihan pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Flores pada 15 Agustus 2026. Ribuan satuan pendidikan sempat terdampak, ratusan sekolah rusak berat, dan ratusan ribu murid terhenti belajar untuk sementara waktu.
Rangkaian Erupsi Gunung Api yang Hampir Bersamaan
Melengkapi rangkaian musibah ini, sejumlah gunung api di Indonesia tercatat erupsi hampir bersamaan dalam pekan-pekan terakhir, mulai dari Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Anak Krakatau di Selat Sunda, Semeru di Jawa Timur, hingga Ili Lewotolok, Lewotobi Laki-Laki, dan Ibu di kawasan timur Indonesia. Meski para ahli kebencanaan menyebut rangkaian erupsi ini tidak saling berkaitan secara geologis, dampaknya tetap dirasakan luas oleh masyarakat di sekitar masing-masing gunung, mulai dari gangguan penerbangan hingga penerapan pembelajaran jarak jauh di sejumlah sekolah.
Menguatkan Satu Sama Lain
Ketika bencana datang beruntun dari berbagai penjuru negeri, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan logistik semata, tapi juga dukungan moral dan doa dari sesama warga bangsa. Anak-anak di wilayah-wilayah terdampak, yang aktivitas belajarnya ikut terganggu oleh bencana ini, memerlukan perhatian khusus agar semangat belajar mereka tidak ikut padam di tengah situasi sulit.
Mari sejenak berhenti dari kesibukan masing-masing, dan menyertakan saudara-saudara kita yang tengah menghadapi ujian ini dalam doa. Semoga Allah beri perlindungan, kekuatan, dan kemudahan bagi seluruh saudara kita yang terdampak, serta mempercepat proses pemulihan di setiap wilayah yang terdampak.
Selain melalui doa, ACF Eduhub saat ini masih membuka ruang bagi siapa saja yang ingin turut membantu pemulihan pendidikan di Flores, NTT, melalui bantuan darurat, trauma healing, dan sekolah darurat bagi anak-anak terdampak gempa. Dukungan dapat disalurkan lewat link ini.
Pray for Indonesia.